KITA YANG ANEH
Babak baru dunia di mulai
Manusia memintal peradaban imajiner menuju punah
Dengan benang-benang digital
Cendekiawan, Akademikus dan Politikus semuanya
berdenyut huruf dan angka
Pena dan kertas beradu kelincahan mengukir perubahan
Nama-nama manusia pun semakin bergelar A hingga Z
Ditaburi titik dan koma yang berpangkat-pangkat
Semuanya terleka dalam kata “inovasi”
Terlena dan
terintegral dalam bius akal
Jantung dunia bukan lagi hutan tropis
Tapi sesuatu yang abstrak
Yang memborbardir individualisme
Berserakan seperti kepingan kaca yang tak dapat
disatukan lagi
Tatanan bumi kita menuju planet baru diluar galaksi
Tampa pohon,
Air yang diwarnai,
Tubuh yang disolek dengan ujung rupa monster dan
boneka
Tapi kita bangga akan hal itu
Aneh, kita bersorak riah menggaungkan Aneh tapi
bungkam seribu bahasa akan tindakan
Lidah-lidah kita fasih
Namun kedua kaki dan tangan lumpuh
Dan anehnya tak ada dokter yang mampu menyembuhkan
Dan anehnya kita melempar batu satu sama lain hingga
ada yang terbelenggu besi
Beribusatu cara terlewati, gratifikasi dan menyogok
kompas tercepat dalam menemukan arah
Anehnya kita mengumpulkan seonggok-onggok kertas
merah yang bisa jadi esok lusa berubah hitam
Atau Tuhan terlalu kejam dan adil dengan lalapan
apinya atau timbunan tanahnya atau bisa jadi hempasan airnya
Mengubur dan mengantarkan dalam keabadian yang semu
Kebahagian yang rapuh
Rutinitas yang mengantarkan kita lupa bercermin
Indramayu, 01 Februari 2019

Komentar
Posting Komentar