Langsung ke konten utama



Apapun itu ...
selama berwujud biru

selama itupun bermuara ketenangan
Hamparan Laut
Hamparan Langit
Walau diataranya ada yang tak nyata 
Walau keduanya meminjam warna dari sinar sangsurya
seperti Jingga pada senja yang menyapa
Tak usah nelangsa sebab dalamnya
ataupun karena luasnya

Jangan berkutat ...

sebab ilusi semesta memang seperti itu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengabdian Guru

                       K ala dunia tidak jelih memandangmu             Kau menjerit, tapi melanting senyum untuk muridmu             Sekali lagi kau berhelat pada hati kecilmu yang berkata tidak             Muridmu   riang gembira sebab nyanyian yang kau suguhkan setiap pagi             Muridmu mencicipi rasa berharga akan tepuk tanganmu             Kau label mereka hebat cerdas dan berjuta sanjungan             Demi melihat muridmu, di masa yang akan datang sebagai Juara Tidakkah pemimpin negeri ini melihat ketegaranmu Menghitung berapa tetes keringat yang luruh Menyukat mi...

Kata-Kata

Aku yang tergila-gila karena kata-kata Sibuk menata kata seperti bermain puzlle Menghabiskan waktu bertemu aksara Menulis senja, purnama, cinta, dan rindu dalam narasi seperti mereka Aku luapkan semua isi nurani dan logikaku dalam kata-kata Meski kadang aku sendiri tak dapat menemukan makna Sebab ku buat serumit mungkin agar mata yang menjama buta makna Cukup aku yang tahu, namun pada kenyataan aku sendiri kehilangan makna Cukup menuruti judul puisi Wiji Tukul Kataku pun harus berbahasa “Istrahatlah Kata-Kata”                                                Harayaki Yosano