Aku belum membuang kepingan kaca kenangan di hari ituWalau 2.690 hari atau 64.560 jam atau 3.873.600 menit telah berlaluSelama itu aku menyimpan kunang-kunang akhir DesemberBinar sayapnya masih bersemayam di ranting alang-alang hatikuYang kau titipkan semasa kita berseragam abu-abuBukankah waktu itu begitu lama ?Bukankah di Penghujung Desember sama sekali aku tidak membuat janji?Bukankah di malam pergantian tahun itu kita hanya berbicara sebatas pengakuan?Tapi selama itu aku menjaga ucapanKarena aku tidak ingin jadi PEMULUNG KATASeperti katamu, seperti kata-kata yang kau baca, seperti kalimat dalam tumpukan bukumu bahwa “kata-kata yang berbuah ucapan bukan lagi milik bibirmu tapi milik telinga pendengarnya.”Seperti itu pula aku merawatWaaahhh … kian menumbuh, kita pun larut dalam pergolakan masaTetap, aku ingin menjadi pendengar keluh kesahmu dan aku ingin kau tetap menjadi pendengar mimpi-mimpi gilakuKian menumbuh lagiKita yang hilang dalam rutinitasKita yang melebur karena tanggung jawabTapi kita pula tetap merawat rasa yang kian tumbuh lewat banyak baca.Sepintas lalu aku mencuri kata Pramoedya Ananta Toer “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun” KARENA ... Dari semua hal-hal kecil itu aku belajar bahwa “merawat adalah cara terbaik untuk tetap bersama” Harayaki Yosano
Makassar, 15 Mei 2018

Komentar
Posting Komentar