Aksara menindih daun-daun lontar
Manusia memintal Kapas jadi benang sejarah, menyimpul saluan nene
maka terbukalah pintu-pintu tabir peradaban lapa padang appa sulapa
Tempat Manusia berdiri menghadap empat penjuru mata angin
Tammaseung di Baroko membentang rarik disambung belajen
Diikatlah daerah kekuasaannya “Lepong Padang”
Nene Matindo Dama di Lalono cidokkoi batu ariri
Masing-masing Pake duduk di bawah payung kerajaannya
Telunjuk Tangannya membangun kearifan dan Budaya
Kembali Aksara menindih kertas putih
Selisih abad terhitung dalam angka
Bahasa semakin terpahat, Kuda-Kuda berganti robot mesin masa kini
Kerbau tinggallah simbol, Peradaban terus menaiki tangga-tangga Puncak kemajuannya
Baroko dan Duri menyatu dalam padu “3 Batu Papan”
Duri, Enrekang dan Maiwa sitoe pala’ lima menyebut diri “Massenrempulu”
Massenrempulu Tana Rigalla Tana Riabbusungi
Komentar
Posting Komentar