Langsung ke konten utama

Kata-Kata

Aku yang tergila-gila karena kata-kata
Sibuk menata kata seperti bermain puzlle
Menghabiskan waktu bertemu aksara
Menulis senja, purnama, cinta, dan rindu dalam narasi seperti mereka
Aku luapkan semua isi nurani dan logikaku dalam kata-kata
Meski kadang aku sendiri tak dapat menemukan makna
Sebab ku buat serumit mungkin agar mata yang menjama buta makna
Cukup aku yang tahu, namun pada kenyataan aku sendiri kehilangan makna
Cukup menuruti judul puisi Wiji Tukul
Kataku pun harus berbahasa “Istrahatlah Kata-Kata”


                                               Harayaki Yosano

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengabdian Guru

                       K ala dunia tidak jelih memandangmu             Kau menjerit, tapi melanting senyum untuk muridmu             Sekali lagi kau berhelat pada hati kecilmu yang berkata tidak             Muridmu   riang gembira sebab nyanyian yang kau suguhkan setiap pagi             Muridmu mencicipi rasa berharga akan tepuk tanganmu             Kau label mereka hebat cerdas dan berjuta sanjungan             Demi melihat muridmu, di masa yang akan datang sebagai Juara Tidakkah pemimpin negeri ini melihat ketegaranmu Menghitung berapa tetes keringat yang luruh Menyukat mi...
Apapun itu ... selama berwujud biru selama itupun bermuara ketenangan Hamparan Laut Hamparan Langit Walau diataranya ada yang tak nyata  Walau keduanya meminjam warna dari sinar sangsurya seperti Jingga pada senja yang menyapa Tak usah nelangsa sebab dalamnya ataupun karena luasnya Jangan berkutat ... sebab ilusi semesta memang seperti itu